Transit Lama di Bandara, Enaknya Ngapain?

Pada beberapa rute penerbangan, pesawat biasanya akan transit terlebih dahulu. Lamanya transit, terutama pada rute penerbangan internasional, akan memakan waktu yang cukup lama. Apalagi kalau waktu transitnya sudah lebih dari 3 jam. Duh, bayangan bakal mati gaya pun menghantui. Lalu, kalau transit lama di bandara, enaknya ngapain, ya? Dari pengalaman kami, ada beberapa aktivitas yang bisa dilakukan. Mulai dari jalan-jalan di bandara sampai istirahat di hotel terdekat.

Transit lama di bandara

Jalan-jalan di bandara

Ketimbang duduk bengong, kamu bisa berkeliling di bandara transit. Ngapain?? Ya, cuci mata, dong. Sekalian meregangkan tubuh yang pegal karena sudah lama duduk atau berbaring di dalam pesawat. Rata-rata bandara internasional saat ini sudah memiliki fasilitas yang sangat memadai. Terutama bandara yang sering dijadikan sebagai titik transit ke berbagai negara seperti Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Incheon Airport, Changi Airport Singapura, sampai Dubai International Airport. Ada banyak fasilitas menarik seperti café, restoran, tempat berbelanja, pusat oleh-oleh, taman, tempat pijat, spot foto, spot game interaktif, sampai toko buku.

Pastikan kamu sudah lebih dulu mencari tahu soal fasilitas bandara tempat kamu akan transit. Beberapa bandara memiliki lebih dari dua terminal. Barangkali fasilitas menarik yang ingin kamu kunjungi berada di terminal lain. Jadi, setidaknya kamu sudah tahu harus bagaimana untuk menuju ke sana. Begitu juga dengan perhitungan waktu untuk kembali ke terminal dan gate keberangkatan pesawatmu. Sebagai bekal, kamu bisa meminta peta bandara supaya tidak nyasar.

Psstt, beberapa bandara juga ada yang menyediakan fasilitas tur keliling bandara secara gratis, lho. Kamu bisa manfaatkan ini. Lumayan banget, kan?!

Bersantai di bandara

Kalau kamu malas berkeliling bandara, manfaatkan waktu transit untuk bersantai saja. Kamu bisa menghabiskan waktu dengan membaca buku, bermain game, atau mendengarkan musik. Rata-rata bandara besar saat ini sudah menyediakan ruang tunggu yang nyaman. Manfaatkan fasilitas free wifi dan charger area yang sudah disediakan. Kadang, berbincang dengan sesama pejalan juga bisa dilakukan saat bersantai di bandara. Siapa tahu bisa dapat teman baru, kan?

Transit lama di bandara? Coba jalan-jalan ke pusat kota

Jalan-jalan ke pusat kota bisa menjadi alternatif yang menarik kalau kamu punya waktu yang cukup panjang. Saran kami, durasi transit harus di atas 6 jam. Kenapa harus di atas 6 jam? Tujuannya supaya kamu tidak tergesa-gesa kembali ke bandara dan lebih puas menikmati suasana di pusat kota.

Kamu bisa menjelajahi tempat-tempat menarik di kota transit. Misalnya seperti landmark, museum, atau tempat kuliner. Hindari pergi ke pusat perbelanjaan, ya. Daripada nanti repot harus membawa banyak barang tambahan.

Lagi-lagi, jangan malas untuk riset lokasi dulu, Kawan Dolan. Cari tahu ada hal menarik apa saja di pusat kota. Cek cara untuk menuju ke sana dari bandara, lengkap dengan perhitungan waktu berangkat dan kembalinya. Kamu bisa memasukkan beberapa menit tambahan untuk berjaga-jaga seandainya terjadi kondisi darurat di jalan.

Mau yang lebih praktis? Beberapa bandara ada yang menyediakan tur berbayar ke pusat kota untuk penumpang yang sedang transit. Contohnya seperti di Changi Airpoirt. Kalau tertarik, pastikan kamu sudah mencari tahu informasinya terlebih dulu, ya.

Istirahat di hotel terdekat

Nah, pilihan terakhir ini bisa kamu ambil kalau kamu punya waktu transit lebih dari 10 jam. Apalagi kalau kamu merasa sudah terlalu lelah dan tidak ada energi tambahan untuk berkeliling. Cari tempat menginap yang paling dekat dengan bandara. Kalau perlu, pilih yang berada di area dalam bandara. Biasanya, penginapan di bandara menyediakan pilihan durasi menginap yang lebih fleksibel (bisa dihitung per jam). Tarifnya juga menyesuaikan. Hal praktis lainnya adalah kamu tidak perlu repot memikirkan transportasi pergi-pulang dari bandara ke hotel.

Istirahat di hotel yang berada di dalam bandara pernah kami lakukan saat transit di Kuala Lumpur International Airport 2 (KLIA2). Saat itu kami baru kembali dari Kamboja. Kami punya waktu sekitar 12 jam sebelum penerbangan lanjutan ke Jakarta. Karena sudah terlalu lelah, kami akhirnya memutuskan untuk menginap di Capsule Transit yang berada di Lower Ground KLIA2. Kamu bisa baca ceritanya di sini.

Transit lama di bandara ngapain enaknya ya?

Jadi, kamu pilih yang mana kalau transit lama di bandara?

Kalau transit lama di bandara, kira-kira kamu akan menghabiskan waktu dengan aktivitas yang mana, nih? Apapun pilihannya, pastikan kamu sudah mencari informasinya terlebih dahulu, ya. Ini penting supaya kamu bisa memanfaatkan waktu transit dengan maksimal. Kemudian, jangan sampai kamu tertinggal jadwal penerbangan selanjutnya karena terlalu asyik menghabiskan waktu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *