Wisata Bali: Bosan dengan Pantai? Coba Suasana Berbeda di 3 Perkebunan Kopi Ini

Wisata Bali tidak melulu pantai, lho, Kawan Dolan. Masih banyak daya tarik lain yang bisa kamu jelajahi. Misalnya, wisata ke perkebunan kopi (coffee plantation). Kenapa wisata ke perkebunan kopi juga menarik dilakukan saat berwisata ke Bali? Yaps! Karena Bali juga dikenal sebagai daerah penghasil biji kopi terbaik di Indonesia. Proses penanaman, pengolahan, aroma, hingga citarasa kopinya memiliki ciri khas tersendiri.

Banyak perkebunan kopi di Bali yang membuka paket agrowisata. Selain menjelajahi area perkebunan, pengunjung juga bisa melihat langsung bagaimana kopi diolah oleh penduduk setempat. Mulai dari penggilingan, roasting, hingga nantinya diracik menjadi secangkir kopi yang nikmat. Nah, supaya kamu tidak bingung, kami rekomendasikan 3 perkebunan kopi terbaik di Bali. Ketiga tempat ini menawarkan paket wisata lengkap dan mendapatkan ulasan positif dari banyak pengunjung.

1.   Bali Pulina Plantation

Salah satu agrowisata kopi yang tersohor di Bali adalah Bali Pulina. Di TripAdvisor, Bali Pulina mendapat ulasan tinggi dari para pengunjung. Bahkan, pada 2020 Bali Pulina masuk dalam deretan Traveller’s Choice di situs TripAdvisor.

Bali Pulina Plantation berada di Jalan Raya Pujung Kelod, Desa Sebatu, Tegallalang, Gianyar. Bali Pulina buka setiap hari, mulai pukul 08.00 – 19.00 WITA. Agrowisata yang buka sejak 2011 ini ramai dengan wisatawan yang ingin melihat perkebunan dan merasakan citarasa kopi khas Bali. Melansir dari website resminya, ada 3 aktivitas menarik yang bisa kamu lakukan saat berkunjung ke Bali Pulina.

Wisata Bali, Bali Pulina Agrowisata
Pic: tripadvisor.co.id

Pertama, tur ke area perkebunan kopi. Paket tur perkebunan kopi seharga Rp250.000,00 per orang. Harga ini sudah termasuk tiket, kopi luwak spesial, camilan, pemandu wisata lokal, dan asuransi. Selama tur, pemandu akan mengajak berkeliling melihat area perkebunan. Kamu akan melihat bagaimana budidaya tanaman kopi lokal di sana, hingga proses pengolahan biji kopinya. Kalau datang tepat di saat musim panen, kamu malah bisa sekalian ikut dalam proses pemetikan biji kopi. Seru banget!

Kedua, mencicipi kopi ala Bali Pulina Plantation. Paketnya seharga Rp250.000,00 per orang. Harga ini sudah termasuk tiket, kopi luwak spesial, 1 set menu coffee tasting, camilan, pemandu wisata, dan asuransi. Semua menu coffee tasting terbuat dari biji kopi hasil dari perkebunan di Bali Pulina.

Ketiga, ada pilihan paket rekreasi khas Bali Pulina yang siap memberikan pengalaman tidak terlupakan untukmu. Mulai dari ‘swing over the valley’, ‘an engrossing zip line’, dan ‘an infinity pool’. Masing-masing ditawarkan dengan harga yang berbeda. Untuk harga dan info paket rekreasinya silakan cek di sini, ya.

Oh iya, sebelum pulang, jangan lupa mampir ke toko yang ada di sana. Bali Pulina menyediakan berbagai produk kopi yang bisa kamu beli sebagai oleh-oleh. Ada juga produk perawatan tubuh seperti Virgin Coconut Oil, Scrub Kopi, dan Scrub Cocoa.

2.   Alternatif Wisata Bali: Munduk Moding Plantation – Nature Resort and Spa

Beralih ke bagian utara Bali, ada Munduk Moding Plantation yang berlokasi di Jalan Raya Asah Gobleg, Kecamatan Banjar Buleleng, Singaraja. Tempat ini cocok sekali untuk Kawan Dolan yang ingin beristirahat dan refreshing di tengah alam yang tenang.

Munduk Moding Plantation (MPP) ini merupakan resort berkelas yang terletak di tengah perkebunan kopi. Saking asrinya kawasan MPP, resort ini dinobatkan sebagai Luxury Eco / Green Hotel Terbaik di Asia pada 2020 oleh World Luxury Hotels Association. Andalan lainnya adalah infinity pool dengan pemandangan ke areal perbukitan, pegunungan Bali, dan laut Jawa. Infinity pool MPP Nature Resort ini juga dinobatkan sebagai pool terbaik ketiga di dunia oleh Asia Spa. Wow, keren ya?!

Munduk Moding Plantation Wisata Bali
Pic: balikami.com

Tamu yang menginap di resort bisa menikmati paket wisata di kawasan MPP. Harga paket wisata keliling perkebunan kopi sudah termasuk di dalam harga kamar. Jadi, kalau menginap di MPP Nature Resort, kamu sudah bisa sepuasnya menjelajahi perkebunan dengan menunggang kuda poni atau bersepeda. Di area perkebunan tersedia titik-titik peristirahatan dengan pepohonan bambu dan kolam teratai. Kamu bisa bersantai sembari menyesap secangkir kopi nikmat di sana.

Bagaimana dengan pengunjung yang tidak menginap di MPP Nature Resort? Tetap bisa kok masuk ke kawasan MPP. Pertama, secara gratis atau tanpa tiket masuk. Kalau kamu memilih gratis, nantinya kamu bisa masuk hanya sampai di Munduk Coffee Roastery saja.

Kedua, membeli voucher khusus. Management MPP menyediakan voucher one day pass, lho. Voucher ini bisa kamu beli untuk berwisata di kawasan perkebunan MPP. Kamu bisa cek detail voucher dan layanannya di sini.

3.   BAS De Atayana (I Love BAS)

Kalau mau mencari perkebunan kopi di daerah lainnya lagi, coba kunjungi BAS De Atayana. Lokasinta berada di Jalan Raya Jurusan Tampaksiring – Kintamani, Banjar Sribatu, Kabupaten Bangli. Nama lainnya adalah I Love BAS.

Di kawasan BAS, kamu bisa trekking di tengah perkebunan kopi, kakao, buah tropis, dan aneka rempah lokal khas Indonesia. Yaps, di perkebunan ini memang ada variasi tanaman selain kopi, ya.

I Love Bas
Pic: travelingyuk.com

Menariknya, pada area perkebunan terdapat sebuah tempat berupa dapur tradisional dengan tungku kayu. Di dapur tersebut kamu bisa melihat bagaimana proses mengolah biji kopi menjadi bubuk. Ada juga kopi luwak yang menjadi salah satu andalan di BAS De Atayana ini.

Selesai trekking, kamu bisa bersantai di sebuah kedai kopi yang terdapat di tengah kebun kopi sembari menikmati aneka pilihan kopi. Mulai dari robusta, arabica, dan kopi luwak. Pastinya akan makin nikmat menyeruput kopi langsung di tengah perkebunan kopi yang pemandangannya menawan!

***

Nah, itulah 3 perkebunan kopi di Bali yang cocok untuk berwisata bersama keluarga atau teman-temanmu. Kira-kira mana nih yang mau kamu kunjungi terlebih dahulu selepas pandemi nanti? Barangkali Kawan Dolan punya rekomendasi perkebunan kopi menarik lainnya untuk wisata Bali, bagikan pada kami melalui kolom komentar, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *