Optimalkan Kerja Daya Tahan Tubuh dengan Gaya Hidup Sehat

Belakangan ini, kami sering menemukan teman dan keluarga yang sakit flu. Ada yang mengatakan, sejak lebih sering beraktivitas di luar rumah kok rasanya jadi mudah sakit, ya? Sedikit-sedikit pilek, batuk, sakit kepala, bahkan meriang. Ada juga yang pulang liburan, bukannya happy, tapi malah sakit. Berbagai pertanyaan dan kekhawatiran kemudian muncul, seperti: “jangan-jangan kena covid, nih?”, “daya tahan tubuh menurun gara-gara pernah kena covid dan kurang gaya hidup sehat kali, ya?”, atau “duh, jadi khawatir kalau mau traveling, benar sudah aman untuk bepergian?” Adakah di antara kalian yang juga merasakan hal ini?

Daya Tahan Tubuh Harus Kuat

Padahal, kasus Covid-19 sudah melandai. Baru-baru ini Organisasi kesehatan dunia (WHO) juga sempat mengeluarkan pernyataan bahwa mimpi buruk dunia akibat Covid-19 akan segera berakhir. Pernyataan WHO ini muncul setelah melihat data sebaran kasus Covid-19 di beberapa negara terus mengalami tren penurunan.

Tren penurunan kasus Covid-19 juga terjadi di Indonesia. Melansir dari CNBC Indonesia, data Kementerian Kesehatan menunjukkan data tambahan kasus Covid-19 selama dua pekan terakhir (5 – 18 September 2022). Jumlahnya hanya sekitar 37.591 kasus, menurun 34,03% dibandingkan dua pekan sebelumnya yang tercatat mencapai 56.985 kasus.

Lalu, kalau sudah mengalami penurunan, kenapa masih banyak yang terkena flu? Apakah memang sedang musim batuk pilek biasa saja? Atau, kondisi semasa pandemi memengaruhi daya tahan tubuh kita sehingga menjadi lebih lemah?

Benarkah Setelah Pandemi Tubuh Menjadi Lebih Lemah?

Pandemi yang terjadi selama lebih dari dua tahun ini membawa banyak perubahan. Yang paling terasa adalah berkurangnya interaksi sosial secara langsung. Hal ini karena adanya anjuran menjaga jarak dan mengurangi kontak fisik guna mencegah penularan Covid-19.

Banyak aktivitas yang akhirnya dilakukan secara online dari rumah. Contohnya, seperti aktivitas belajar dan meeting kantor. Bahkan, untuk makan dan minum pun kita melakukan pemesanan online ketimbang datang langsung ke restoran atau café-nya.

Kerja kembali di kantor, perlu daya tahan tubuh bagus

Seiring dengan melandainya kasus Covid-19, kita mulai mencoba untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan sebelum pandemi terjadi. Contohnya, yang tadinya work from home, sekarang mulai ngantor seperti biasa. Anak-anak pun sudah kembali aktif belajar tatap muka di sekolah.

Beberapa aturan ketat seputar perjalanan juga dihapuskan. Sekarang kalau mau traveling di dalam negeri, kita sudah tidak seribet dulu harus menjalani tes antigen atau PCR. Pembatasan jam beraktivitas juga mulai ditiadakan. Jadi, traveling sudah bisa lebih puas dibandingkan dua tahun yang lalu.

Interaksi Sosial Kembali Meningkat

Intinya, interaksi sosial kita kembali meningkat seperti saat sebelum pandemi. Kita jadi bertemu dengan lebih banyak orang dalam durasi waktu yang lebih panjang.

Dalam unggahan di Instagramnya, dr. Arifianto, Sp.A juga mengungkapkan tentang hal ini. Ia menyebutkan bahwa interaksi sudah kembali seperti sediakala. Dampaknya, interaksi antar manusia meningkat.

Jika ada yang sakit, maka akan mudah saling menularkan. Terutama jika terkena virus penyebab flu yang dikenal mudah sekali menyebar. Sejatinya, dalam ukuran normal, common cold bisa dialami seseorang sampai 12 kali dalam setahun. Jadi, bukan karena daya tahan tubuh rendah atau bukan karena memiliki riwayat terkena Covid-19.

Terapkan Gaya Hidup Sehat agar Daya Tahan Tubuh Terjaga

Solusinya bagaimana menghadapi masa-masa post pandemi dengan masih banyaknya penyakit-penyakit lainnya yang rentan menular di luar sana? Terutama virus penyebab flu. Kuncinya hanya satu: mulailah gaya hidup sehat untuk mengoptimalkan kerja daya tahan tubuh kita! Gaya hidup sehat sangat membantu kerja sistem kekebalan tubuh untuk melawan berbagai penyakit. Sebab, walaupun terbentuk secara alami, tapi daya tahan tubuh juga perlu diperkuat dengan bantuan dari faktor eksternal.

Self care, lebih peduli pada kesehatan dan menjalani gaya hidup sehat
Yuk, lebih peduli pada kesehatan dan menjalani gaya hidup sehat

Gaya hidup sehat ini bisa mulai dilakukan dari hal-hal kecil yang kadang kita anggap sepele, lho, Kawan Dolan. Coba deh diingat, apakah kita sudah makan makanan bergizi dengan jumlah yang cukup? Apakah kita masih sering merokok? Seberapa lama kita punya waktu istirahat dan berolahraga jika dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan untuk bekerja? Atau, apakah kita masih sering stres? Seringkali hal-hal ini luput kita perhatikan.

Perlu diingat, gaya hidup sehat ini bukan hanya soal kesehatan fisik, tapi juga kesehatan mental. Yuk, pahami dulu tentang arti gaya hidup sehat yang sesungguhnya. Ketika sudah paham, maka kita bisa mulai menerapkannya untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

***

Kita tidak pernah tahu kapan pandemi Covid-19 ini benar-benar berakhir. Seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo di berbagai media, kita harus menunggu rilis resmi dari WHO terlebih dahulu. Meskipun angka kasus sudah mengalami penurunan, kita tetap tidak boleh lengah karena Covid-19 belum benar-benar hilang.

Di luar sana juga ada virus flu lain yang rentan menular. Agar tidak mudah sakit, selalu perhatikan kondisi daya tahan tubuh dengan menerapkan gaya hidup sehat, ya. Apalagi untuk yang suka traveling, pasti akan lebih sering bertemu dengan banyak orang dari berbagai tempat. Jadi, wajib sekali untuk punya sistem daya tahan tubuh yang bagus!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.