Sate Klatak: Sate Kambing Tusuk Besi Khas Pleret Bantul

Wisata kuliner tentu tidak boleh terlewat saat berkunjung ke Yogyakarta. Selain gudeg, masih ada sederet pilihan kuliner Jogja lezat lainnya. Salah satu yang kami rekomendasikan untuk kamu cicipi adalah sate klatak. Sate ini memiliki cita rasa dan cara penyajian yang sangat khas. Penasaran seperti apa? Yuk, lanjut baca ulasannya berikut ini. Nanti di akhir kami akan berikan rekomendasi sate klatak enak di Yogyakarta khusus untuk kamu!

Mengenal Sate Klatak khas Yogyakarta

Sate klatak adalah sate berbahan dasar daging kambing muda. Pemilihan daging kambing berusia muda menjadi salah satu kunci agar hasil olahan satenya tetap empuk dan tidak alot. Dalam satu porsi biasanya hanya berisi 2-4 tusuk sate. Namun, jumlah ini tidak bisa dibilang sedikit. Karena, potongan-potongan dagingnya berukuran cukup besar dan tebal. Selain itu, bumbunya berbeda dengan sate kambing pada umumnya, yaitu hanya menggunakan garam dan merica. Kemudian, satenya langsung dibakar.

Bakaran Sate dengan tusuk jeruji besi
Sate dengan tusuk jeruji besi menjadi ciri khas (Foto: instagram @kokokulineran)

“Tak… klatak… klatak…” begitulah suara yang muncul saat daging kambing berbalut garam tersebut dibakar di atas bara api. Inilah yang menjadi asal usul nama sate klatak. Selain itu, masih ada cerita lain mengenai julukan “klatak” pada sate kambing ini. Melansir dari merdeka.com, konon orang yang awalnya berjualan sate kambing muda ini adalah Mbah Ambyah. Ia memiliki banyak peliharaan kambing sehingga muncul ide untuk berjualan sate kambing muda. Mbah Ambyah berjualan sate kambing di bawah pohon melinjo, yang buahnya disebut sebagai “klatak”. Nah, buah klatak ini banyak jatuh di sekitar tempat Mbah Ambyah berjualan sate sehingga satenya kemudian dijuluki sebagai “Sate klatak”.

Istimewanya Olahan Sate klatak

Bukan tanpa sebab mengapa sate klatak menjadi sangat khas. Selain berbahan dasar daging kambing muda terbaik, sate ini tidak menggunakan bambu sebagai tusukannya. Tusuk sate yang digunakan adalah jeruji besi sepeda. Bahan besi pada jeruji sepeda tersebut dapat menjadi penghantar panas yang baik. Ini membuat potongan daging kambing yang berukuran besar dan tebal tersebut tetap matang sempurna sampai ke bagian dalamnya.

Sate Kambing Bantul (Klatak) dan Teh Poci
Sate Klatak dan Teh Gula Batu (Foto: instagram @javafoodie)

Cara penyajiannya juga istimewa. Penyajiannya tidak sama dengan sate kambing biasa yang hanya menggunakan bumbu kecap dan irisan tomat. Sate klatak justru disajikan bersama dengan kuah gulai yang rasanya tidak kalah spesial. Walaupun nampak sederhana, tetapi perpaduan rasa sate dan kuah gulai yang gurih selalu membuat banyak orang ketagihan. Jika suka pedas, irisan cabai rawit bisa ditambahkan ke dalam kuah gulai. Selepas menyantap sate, biasanya akan terasa lebih lengkap kalau menyeruput teh jawa panas gula batu (teh poci).

Rekomendasi Sate Klatak Enak di Bantul, Yogyakarta

Tertarik ingin mencicipi cita rasa sate khas Yogyakarta ini? Jika iya, maka mampirlah ke Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Di Kecamatan Pleret ini ada banyak tempat makan yang menjual menu sate klatak. Beberapa tempat makan bisa kamu temukan dengan mudah karena berada persis di pinggir jalan besar utama.

Selain itu, kamu juga bisa menuju ke Pasar Jejeran. Di Pasar Jejeran ini, kamu bisa bersantap di lokasi yang berada di dalam kios pasar. Para penjual sate di Pasar Jejeran rata-rata baru mulai membuka warungnya sekitar pukul 18.00 WIB. Karena, pada siang hari kios masih berfungsi sebagai lapak para pedagang pasar tradisional.

Penjual saat Malam di Pasar Jejeran
Penjual Saat Malam di Pasar Jejeran (Foto: instagram @tesharyoma)

Lokasi Pasar Jejeran berada di Jalan Imogiri Timur, Pleret, Wonokromo, Bantul. Akses menuju ke sana tidak sulit. Kamu bisa menempuh perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Dari Terminal Giwangan, tinggal susuri Jalan Imogiri Timur menuju ke arah Selatan, hingga nantinya tiba di perempatan Pasar Jejeran.

Lalu, dimana rekomendasi tempat makan sate klatak yang enak? Berikut list rekomendasi tempat makan yang bisa kamu tuju:

1. Sate Pak Bari

Alamat

Pasar Wonokromo, Jalan Imogiri Timur No.5, Wonokromo, Pleret, Wonokromo II, Wonokromo, Kec. Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (cek di Google Maps)

Jam buka

Setiap hari, pukul 19.00 – 00.00 WIB

Rating

4,3/5 dari 3.938 ulasan Google

2. Sate Pak Pong

Alamat

Jl. Sultan Agung No.18, Jejeran II, Wonokromo, Kec. Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (cek di Google Maps)

Jam buka

Setiap hari, pukul 09.00 – 23.00 WIB

Rating

4,4/5 dari 23.516 ulasan Google

3. Sate Klatak Mak Adi

Alamat

Jl. Imogiri Tim. No.KM 10, Jati, Wonokromo, Kec. Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (cek di Google Maps)

Jam buka

Setiap hari, pukul 10.00 – 02.00 WIB

Rating

4,4/5 dari 4.143 ulasan Google

4. Sate Embah Momo

Alamat

Jl. Imogiri Barat No.25A, Bakung, Bangunharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (cek di Google Maps)

Jam buka

Setiap hari, pukul 11.00 – 21.00 WIB

Rating

4,4/5 dari 613 ulasan Google

5. Sate Pak Jupaini

Alamat

Jalan Imogiri Barat KM 7,3 Gandok, Timbulharjo, Sewon, Semail, Bangunharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (cek di Google Maps)

Jam buka

Setiap hari, pukul 09.00 – 23.00 WIB

Rating

4,4/5 dari 1.385 ulasan Google

Harga Sate Klatak

Kisaran harga sate klatak antara Rp20.000,00 – Rp29.000,00 per porsinya. Dalam 1 porsi biasanya berisi 2 – 4 tusuk sate kambing, tetapi ukuran potongan dagingnya lumayan besar. Jadi, tenang saja! Kamu tetap bisa menikmati sate dengan puas.

Sate Klatak Jogja_Blog JD
Kuliner Khas Bantul – Jogja (Foto: instagram @javafoodie)

Selain itu, biasanya ada juga pilihan menu tongseng dan tengkleng kambing. Harga tongseng dan tengkleng berkisar di Rp20.000,00 – Rp50.000,00 per porsi (tergantung varian tongseng dan tengklengnya).

Penutup

Wah, menarik juga ya kuliner khas Yogyakarta yang satu ini. Tak hanya penggunaan daging kambing muda, tetapi cara pengolahannya pun sangat unik. Kira-kira bagaimana ya sensasi menyantap sate kambing langsung dari tusukan jeruji besa sepeda? Kalau kamu penasaran, masukkan sate klatak dalam list kuliner incaranmu saat berlibur ke Yogyakarta. Apalagi, kalau kamu penggemar kuliner sate kambing, jangan sampai melewatkannya, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.